
Gelombang besar dan angin yang bertiup kencang membuat kapal angkut tradisional Kepulauan Seribu (Ojek) tak dapat melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara menuju tujuan masing-masing. Kapal yang melayani rute Pulau Kelapa, Pulau Panggang, dan Pulau Tidung terpaksa berteduh di Pulau Untungjawa menunggu kondisi gelombang dan angin redah.
Sementara kapal ojek yang berangkat dari pulau dapat melanjutkan perjalanan karena terdorong ombak. "Kami berteduh di pulau terdekat (Pulau Untungjawa) menunggu gelombang lebih redah," ungkap Insan (51), Nahkoda KM Satria Tirta II yang berangkat dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Kelapa pukul 07.00, Minggu (17/1).
Menurut dia, sejak tiga hari ini gelombang perairan Kepulauan Seribu sedang tinggi dan angin yang bertiup kencang sehingga membahyakan pelayaran bila dipaksakan. Untuk menghindari kejadian buruk, biasanya kapal-kapal ojek berteduh dipulau terdekat. "Lepas Pulau Untungjawa, tinggi gelombang bisa mencapai dua meter, apalagi ditambah angin kencang. Kita tidak mau ambil resiko," ujarnya.
Sugiwan (36), Nahkoda KM Cinta Alam yang melayani rute Pulau Panggang-Muara Angke mengatakan, kondisi ini biasa terjadi ketika memasuki musim angin barat. Meski kapal ojek telah dilengkapi dengan alat keamanan, namun itu tidak dapat menjadi jaminan. "Jujur, saya keder melihat ombak yang tinggi itu, mungkin agak sore baru berangkat saat ombak agak kecil," tuturnya.
Bupati Kepulauan Seribu, Burhanudin mengatakan, Pemerintah Kabupaten sejak dini telah mengultimatum pemilik kapal ojek agar semaksimal mungkin menghindari resiko kecelekaan pelayaran. Bila kondisi perairan bergelombang tinggi, kapal-kapal harus menahan keberangkatan atau berteduh di pulau-pulau terdekat. "Kita sudah peringatkan keras, agar nahkoda jangan berlaku sembrono," tegasnya. (enjoypulauseribu/puser)