Pulau Seribu masih menjadi pulau terpencil. Upaya menjadikan pulau tersebut sebagai destinasi wisata masih jauh panggang dari api. Hal itu mengingat banyak hal yang harus dibenahi. Tidak hanya fasilitas infrastruktur yang belum terbangun dengan baik. Seperti belum terse-diapya fasilitas listrik. Selain juga promosi masih sangat minim. "Sebenarnya formula MICE (Meeting, Incentive. Conference Exhibition) sangat cocok dikembangkan di Pulau Seribu." ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, kemarin.
Rapat dan even yang bisa digelar di pulau tidak harus dalam skala besar. Yang penting memungkinkan dilaksanakan di kawasan utara Jakarta itu. Seperti! rapat yang membutuhkan kapasitas 300 orang hingga 400 orang.
Memang, saat ini pasar MICE di Pulau Seribu belum cukup bergairah. Para pengunjung hanya untuk berlibur. Namun, jika bisa digaji lebih intensif, dampaknya cukup bagus untuk mendongkrak wisatawan. Terlebih, jika disokong fasilitas pendukung seperti transportasi yang memadai, penjualan oleh-oleh souvenir, makanan serta yang lainnya. "Promosi harus digencarkan. Selama ini kelemahannya, pariwisata Pulau Seribu minim promosi." terangnya Untuk menjadikan Pulau Seribu sebagai destinasi wisata, pihaknya memerintahkan Dinas Perhubungan untuk merevitalisasi sarana angkutan. Dari darat ke pulau. Begitu juga dengan pembangunan landasan pesawat udara ukuran kecil di setiap pulau. Meskipun,untuk bisa membangun, harus dikaji lebih lanjut terkait prospek penggunanya. "Kendala utama saat ini transportasi dan listrik. Kalau itu bisa dibenahi, akan semakin banyak yang datang ke pulau," ungkapnya.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Arie Budiman, jumlah wisatawan Pulau Seribu diprediksi bisa meningkat sekitar 10 persen pada 2010. Pada 2009 lalu, jumlah wisatawan mencapai 141 ribu orang. Tidak hanya dari domestik. Tapi juga mancanegara. Seperti dari Eropa dan negara Asia ada sekitar 3.316 orang. Sementara pada 2008. jumlah wisatawan sebanyak 130 ribu orang, (puloseribu/puser)