Penelitian mengenai struktur komunitas lamun, dilakukan selama lima bulan dari bulan Juli 2009 hingga November 2009 di sekitar perairan Kepulauan Seribu yang terletak dalam wilayah seksi III Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas lamun di sekitar perairan Kepulauan Seribu, khususnya di perairan Pulau Pramuka, Pulau Panggang, dan Pulau Semak Daun. Hasil penelitian menunjukkan struktur komunitas lamun di Pulau Panggang dan Pramuka terdiri atas lima spesies yaitu Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halodule uninervis, sedangkan pengamatan yang dilakukan di stasiun Pulau Semak Daun menemukan empat spesies lamun yakni Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halodule uninervis. Pulau Pramuka dan Pulau Panggang didominasi oleh Thalassia hemprichii, sedangkan di Pulau Semak Daun di Dominasi oleh Cymodocea rotundata. Kepadatan lamun yang tertinggi di Pulau Pramuka dan Pulau Panggang ialah Thalassia hemprichii, sedangkan di Pulau Semak Daun kepadatan lamun yang tertinggi adalah Cymodocea rotundata. Rata-rata Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada Pulau Pramuka dan Pulau Panggang dimiliki oleh Thalassia hemprichii, sedangkan rata-rata INP tertinggi di Pulau Semak Daun terdapat pada Cymodocea rotundata.
Berdasarkan hasil penelitian, keadaan lamun di Pulau Pramuka, Pulau Panggang, dan Pulau Semak Daun masih dalam keadaan yang baik. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan, perlindungan, dan pelestarian agar lamun dapat tumbuh dengan baik.
Oleh : Tubagus Ardhani Reswara (dibimbing oleh: Ir., Sriati, M.Si. dan Ir., Indah Riyantini, M.Si.). 2010. Struktur Komunitas Lamun di Sekitar Perairan Kepulauan Seribu.